Tuesday, January 13, 2009

Andai

Andai……..
Andai waktu bisa saya ulang kembali. Saya akan gunakan untuk kembali 20 atau 17 tahun silam. Yang mana saya masih kecil, masih lugu, belum mengerti dan faham tentang arti kehidupan yang sebenarnya. Pagi-pagi sekali saya akan dibangunkan oleh Mama yang selalu ngomel (tapi dengan sangat ikhlas) membangunkan kami adik-beradik yang tidak bangun-bangun juga. Sembari menyiapkan sarapan di dapur sang dewi yang tidak pernah bosan akan selalu berteriak memanggil kami anak-anaknya untuk bangun dan segera solat subuh, lalu bersiap untuk pergi ke sekolah. Namanya juga anak kecil, bangun subuh itu sangatlah susah apalagi di kampung yang terletak di daerah pegunungan yang tentunya akan masih ternyenyak tidur sambil menarik keatas selimut tebalnya.

Saya pun akan terbangun juga akhirnya, masih ingat kok jam berapa harus mandi, karena sudah tahu jam berapa harus masuk ke kelas dan jam berapa paling lama harus berangkat dari rumah. Sarapan yang telah terhidang di meja pun telah disiapkan sejak tadi oleh mama, yang tentunya setelah mandi, anak-anaknya akan mendekati sarapan itu untuk mengganjal perut demi menyambut datangnya hari baru dalam kehidupan mereka.

Meski berjalan kaki, saya sangat menikmati kehidupan saya sewaktu kecil. Ada kebahagiaan tersendiri yang terpancar dalam benak ini dikala memakai seragam merah putih itu. Walapun masih kecil, dan pastilah pada saat itu saya menyangka tidak ada orang yang ambil peduli dengan saya, tapi saya tetap adalah diri saya, dan bukan orang lain. Perjalanan sejauh lebih kurang 1 km untuk menuntut ilmu tidaklah terasa jauh, malah semakin membuat saya bersemangat dan terus menemukan apa di balik semua ini.

Andai……
Andai waktu ini bisa saya ulangi lagi…….saya akan meminta untuk diputar kembali ke waktu saya bersekolah agama di MIS. Meskipun hanya sebagai sekolah nomor dua –nomor 1 SD-, namun sungguh banyak yang saya dapat di sekolah ini. Konon kabarnya, kualitas materi yang diajarkan di sekolah ini setingkat dengan materi yang diajarkan di perguruan tinggi Islam pada saat sekarang ini. Ini benar adanya, sejak berdiri sampai sekarang sekolah ini (meskipun sekolah swasta) selalu mendapat ranking satu di tingkat kabupaten. Disiplin yang diterapkan, memang, masih menggunakan cara-cara kuno, tapi cara ini sangat ampuh untuk membentuk seseorang yang berkepribadian tangguh. Dipukul dengan rotan, dilempari dengan penghapus papan tulis, itu adalah hal yang wajar bagi si pembuat salah atau pembuat keonaran. Walhasil, anak-anak akan kapok, dan tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi.

2b continued….

No comments:

Post a Comment