Kunci teknologi untuk sistem serat optik yang menggunakan Wavelength Division Multiplexing (WDM), adalah filter add-drop. Dalam bentuknya paling sederhana filter add-drop adalah sebuah filter dengan devais empat port yang didesain untuk memasukkan dan mengeluarkan sebuah kanal tunggal. Secara umum filter ini terdiri dari port input (I) dan output (O) multi-kanal, yang secara bersamaan membentuk sebuah bus sinyal utama dan port drop (D) dan add (A) kanal-tunggal.
Dalam penelitian ini dilakukan studi teoritis untuk mempelajari kinerja filter add-drop dengan menganggap filter ini merupakan kopling dari dua buah pandu gelombang yang dimodifikasi dengan menggunakan kisi Bragg, yang merupakan kisi pemantul sinusoida pada salah satu lengan. Selanjutnya digunakan teori mode coupling untuk menentukan masing-masing amplitudo yang timbul pada masing-masing port. Karakteristik filter ditentukan oleh amplitudo pada port yang bersangkutan, misalnya untuk drop output ditentukan pada port drop dan return loss ditentukan pada port input.
Hasil perhitungan menunjukkan, bahwa drop output maksimum terjadi pada saat gelombang datang beresonansi dengan kisi Bragg sehingga terjadi pemantulan maksimum, begitu juga halnya dengan return loss. Lebar pita pulsa yang sempit pada drop output dan return loss yang sangat kecil menandakan informasi yang hilang selama transportasi data telah dapat dieliminasi. Jadi, disimpulkan bahwa, kisi Bragg dapat dipergunakan pada divais filter add-drop.

No comments:
Post a Comment