11 januari 2009 adalah hari yang sangat berarti bagi Asmawi Ani, atau lebih dikenal sebagai Mawi, artis yang meroket namanya setelah memenangkan juara Akademi Fantasia ke-3. Resepsi pernikahan yang dilangsungkan di Hotel Palace of The Golden Horses itu hanya dihadiri oleh tamu VVIP sekelas menteri, artis dan public figure dunia hiburan Malaysia.
Sebenarnya aku tidak berminat benar dengan dunia hiburan yang penuh glamour dan sensasional ini, namun setiap hari selalu saja terdapat bahan-bahan yang menjadi referensi lengkap di rumah menambah rasa keingintahuanku. Disamping itu, di rumah juga ada seorang “purchasing manager-nya” ASTRO yang selalu punya info uptodate, dan tak ayal lagi informasi dirumah selalu bertambah dari hari ke hari. Kakak-kakakku di rumah semuanya peminat Mawi, dan semua gossip tentangnya, dari A-Z sudah jadi konsumsi mereka.
Dulu, waktu pertama kali sampai di Malaysia aku pun sempat menonton resepsi pernikahan penyanyi nomor satu Malaysia, Siti Nurhaliza. Namun resepsi kali jauh sangat berbeda dengan resepsi Siti yang jelas-jelas suaminya adalah bisnismen itu. Kali ini, semua peralatan dan keperluan semasa resepsi disediakan oleh sponsor, barangkali sampai CD (celana dalam) atau bagian dalam lainnya pun tak luput dari sponsor, hehehe. Mulai dari hotel, pengiring penganten, busana, pelaminan, catering, cake, kembang api dan lain-lain telah disediakan oleh sponsor, diperkirakan semuanya memakan biaya RM 820.000 (Rp. 2,5 M), wah…wah…
Seperti dibius, aku pun terpaksa duduk di depan TV sejak acara dimulai. Meskipun nantinya setiap hari akan selalu ada tayangan ulang di ASTRO RIA, namun nonton versi LIVE juga seru. Pasangan pengantin datang dari tengah danau menggunakan boat yang telah dihias. Sesampai di dermaga, mereka turun dan telah dinanti oleh pasukan berkuda. Lalu turunlah seseorang yang mengenakan pakaian seperti Aladdin dengan muka tertutup tanpa membawa pedang. Di sekelilingnya kuda-kuda berkeliaran seperti sedang melindungi tuannya. Ternyata, si Aladdin tadi adalah penganten lelaki, dan dengan gagah berani dia menjemput istrinya yg dikawal oleh semua peasukan berkuda.
Pasangan penganten pun diarak menggunakan kereta kuda, meskipun kuda tidak lancar karena begitu banyak jepretan blitz yang mengenai matanya, sehingga penganten pun sempat terlihat cemas, namun akhirnya selamat juga sampai di pintu utama ruangan acara. Para ajudan dan bodyguard pun sibuk mendampingi sang raja sehari itu menuju ke pentas yang mewah dan meriah.
Tema acara kali ini adalah ala Timur Tengah, entah dari mana dia dapat ilham ini. Penganten dibalut dengan busana khas ala negeri 1001 malam dan tak sontak lagi ditambah dengan kesenian, nyanyian dan musical gurun pasir. Para tamu pun kelihatan berbusana Arab-ria. Bagiku ini adalah ide yg bagus, karena sekurang-kurangnya para artis dapat menutup aurat mereka meskipun ada beberapa artis non muslim yang memakai gaun seksi. Perempuan pun banyak yang memakai cadar, dan tentu saja lelaki memakai gamis serta syurban sebagai dress code.
Seperti biasa adat dan budaya disini, tamu VVIP akan merenjis memberikan restu kepda kedua mempelai. Dilanjutkan dengan persembahan atau konser dari artis-artis terkenal, dengan berbagai macam warna lagu. Mulai dari irama melayu, padang pasir, barat, nasyid dan tidak ketinggalan tentu ada juga lagu indonesianya,hehehe, meskipun tidak dinyanyikan oleh orang Indonesia, khabarnya Rossa juga diundang, tapi dia lagi sibuk di Jakarta.
Bagiku, menuliskan perkawinan ini bukanlah suatu ke-lata-an, tapi aku melihat dari sudut pandang yang berbeda. Majlis perkawinan memang dianjurkan oleh agama kita, tapi yang berlebih-lebihan adalah sangat tidak diharapkan. Disamping itu, khidmat dan nilai resepsi jadi berkurang. Bagaimana tidak?terdapat banyak kontroversi disana-sini. Hak siar yang hanya dimiliki oleh ASTRO dimonopoli semuanya, dan menyebabkan clash dengan pihak media lainnya yang juga memerlukan berita untuk kelangsungan perusahaan. Orang kampung pun bentrok dengan kru serta manajemen produksi, karena mereka anggap kampung itu adalah milik mereka, dan mereka pun “membisniskan” kampungnya dengan si raja SMS itu (Mawi). Dan satu lagi, kita tau bahwa kehidupan artis itu selalu jadi konsumsi masyarakat, hendaknya penikahan yang gilang gemilang (sampai 3x resepsi) ini janganlah hanya berumur beberapa saat saja, teruslah bahagia dan berkekalan sampai ke akhir hayat.
=bukan penggemarmu, tapi menyukai beberapa lagumu=

No comments:
Post a Comment